Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat - Agustus 2025
Hari ini saya ingin berbagi tentang sesuatu yang sedang hangat terjadi di Indonesia: gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat.
Awalnya, gerakan ini tidak lahir dari ruang rapat mewah atau strategi politik yang rumit. Ia lahir dari simbol sederhana: warna pink kerudung Bu Ana yang dengan berani berdiri di hadapan aparat, menyuarakan suara hati rakyat. Dari situlah istilah Brave Pink muncul—sebuah keberanian yang lahir dari hati seorang ibu, yang tidak gentar meski berdiri di depan barisan polisi.
Kedua warna ini, Brave Pink dan Green Hero, kini menjadi simbol perlawanan yang penuh keberanian sekaligus empati. Dua energi yang berbeda, tapi berpadu menjadi satu: suara rakyat yang menuntut transparansi, reformasi, dan empati dari pemerintah.
Pemerintah sudah menetapkan deadline 5 September 2025 untuk merespons tuntutan ini. Sambil menunggu hasilnya, mari kita terus berdiskusi, saling menguatkan, dan menjaga semangat persatuan. Karena pada akhirnya, perubahan bukan hanya tentang mereka yang di kursi kekuasaan, tapi juga tentang kita semua yang berani bersuara.
17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline: 5 September 2025)
-
Tarik TNI dari pengamanan sipil, pastikan tak ada kriminalisasi terhadap demonstran. merdeka.comdetikcom
-
Bentuk Tim Investigasi Independen untuk kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban kekerasan aparat lainnya selama demonstrasi 28–30 Agustus. merdeka.comdetikcom
-
Bekukan kenaikan gaji dan tunjangan DPR, batalkan fasilitas baru termasuk pensiun seumur hidup. merdeka.comdetikcom
-
Publikasikan transparansi anggaran DPR: rincian gaji, tunjangan, rumah, fasilitas. merdeka.comdetikcom
-
Dorong Badan Kehormatan DPR dan KPK memeriksa anggota bermasalah. merdeka.comdetikcom
-
Pecat atau beri sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik. merdeka.comdetikcom
-
Partai politik umumkan komitmen berpihak pada rakyat di tengah krisis. merdeka.comdetikcom
-
Libatkan kader partai dalam dialog publik bersama mahasiswa dan masyarakat sipil. merdeka.comdetikcom
-
Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan selama aksi. liputan6.comdetikcom
-
Hentikan tindakan kekerasan polisi, taati prosedur pengendalian massa. liputan6.comdetikcom
-
Proses hukum secara transparan aparat yang melanggar HAM. liputan6.comdetikcom
-
TNI segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil. liputan6.comdetikcom
-
Tegakkan disiplin internal TNI, agar tidak mengambil alih fungsi Polri. liputan6.comdetikcom
-
Komitmen publik TNI: tidak masuk ruang sipil selama krisis demokrasi. liputan6.comdetikcom
-
Pastikan upah layak untuk seluruh pekerja: guru, buruh, tenaga kesehatan, mitra ojol, dan lain-lain. liputan6.comdetikcom
-
Ambil langkah darurat untuk cegah PHK massal, lindungi pekerja kontrak. liputan6.comdetikcom
-
Buka dialog dengan serikat buruh mengenai upah minimum dan praktik outsourcing. liputan6.comdetikcom
8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline: 31 Agustus 2026)
-
Reformasi besar-besaran DPR: bersihkan anggota, audit independen, dan hapus fasilitas istimewa seperti pensiun seumur hidup. liputan6.comdetikcom
-
Reformasi partai politik & penguatan pengawasan eksekutif, termasuk transparansi keuangan internal. liputan6.comdetikcom
-
Rencana perpajakan yang lebih adil. liputan6.comdetikcom
-
Sahkan dan tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor, serta memperkuat KPK & UU Tipikor. liputan6.comdetikcom
-
Reformasi Polri agar lebih profesional dan humanis. liputan6.comdetikcom
-
TNI sepenuhnya kembali ke barak, tanpa pengecualian. liputan6.comdetikcom
-
Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas independen. liputan6.comdetikcom
-
Tinjau ulang kebijakan ekonomi & ketenagakerjaan yang dirasa merugikan rakyat. liputan6.comdetikcom
Semua tuntutan ini terbentuk dari suara kolektif masyarakat—mahasiswa, NGO, serikat buruh—selama demonstrasi menolak ketimpangan dan dominasi militer dalam sipil.

Komentar
Posting Komentar